Kamis, 21 Maret 2013

Refleksi (Mathematics and Language 2)


http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/mathematics-and-language-2.html?showComment=1363848813132#c6770019252419795517

Seorang guru matematika harus mengerti tentang hakikat matematika yang sesungguhnya. Hal ini agar persepsi guru tidak bertentangan dengan persepsi siswa. Karena apabila guru mengatakan bahwa maatematika itu mudah, siswa belum tentu setuju dengan pendapat tersebut. Siswa tidak berhak untuk dipaksakan kehendaknya untuk menyukai matematika, akan tetapi bagaimana guru seharusnya memfasilitasi siswa di dalam pembelajaran matematika. Agar siswa dapat menemukan sendiri tentang matematika tersebut. Maka seorang guru pada pembelajaran matematika harus menempatkan siswa sebagai objek yang melakukan kegiatan matematika. Sehingga bukan guru yang mengatakan bahwa matematika itu mudah. Akan tetapi apabila siswa telah melakukan kegiatan matematika, maka dengan sendirinya siswa akan lebih menyukai matematika dan mungkin akan menganggap matematika itu mudah.

Refleksi (Mathematics and Language)

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/mathematics-and-language.html?showComment=1363847305437#c7037141128644054902


Kita sebagai manusia pasti melakukan interaksi dengan orang lain. Dalam melekukan interaksi ataupun komunikasi pasti menggunakan bahasa sebagai perantaranya. Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan. Bahasa yang ada di dunia ini sangat banyak, beragam, dan berbeda menurut suku, daerah, serta tempat tinggalnya. Kaitannya dengan matematika, bahasa memiliki keterkaitan erat di dalam struktur matematika itu sendiri. Di dalam matematika pasti terdapat istilah-istilah penting yang memiliki suatu makna tersendiri. Sehingga perlu diterjemahkan dan dianalisis menggunakan bahasa masing-masing orang. Matematika bagi seorang anak sekolah dasar merupakan kegiatan yang tak luput dari bahasa yang digunakan sehari-hari. Sehingga bagi anak sekolah dasar, bahasa matematika yang digunakan pun seharusnya yang masih sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.

Rabu, 20 Maret 2013

Refleksi Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_29.html#comment-form


Intuisi pada siswa memang harus dikembangkan melalui pengalaman. Seorang guru seharusnya memberi kesempatan pada siswanya untuk bereksplorasi melakukan kegiatan pembelajarang sesuai dengan kreativitas masing-masing. Jika melihat pendidikan di Indonesia saat ini yang mengacu pada UN sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran, maka akan menyebabkan guru menjadi otoriter di dalam mengajar. Walaupun dengan adanya UN tersebut guru mengharapkan akan keberhasilan siswanya mengerjakan soal-soal UN dengan benar, namun alangkah lebih baik apabila tidak meninggalkan proses pembelajaran yang sesungguhnya. Yaitu siswa benar-benar melakukan kegiatan mencari pola-pola tertentu dengan intuisinya masing-masing. Jangan hanya berorientasi pada hasil akan tetapi juga harus berorientasi pada proses, karena proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula.

Refleksi Elegi Guru Menggapai Perubahan

http://powermathematics.blogspot.com/2009/04/elegi-guru-menggapai-perubahan.html#comment-form


Perubahan memang selalu terjadi, baik berubah ke arah positif maupun negatif. Artikel “Elegi Guru Menggapai Perubahan” tersebut dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat bagi para pembaca, khususnya bagi calon guru untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran yang awal mulanya dari pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif dan fleksibel. Tentu saja yang diharapkan adalah suatu perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi. Perlu dipahami juga bahwa perubahan tidak langsung terjadi sekejap mata akan tetapi membutuhkan waktu, proses, niat, dan usaha. Dari artikel tersebut sudah dipaparkan bahwa untuk melakukan sebuah perubahan membutuhkan berbagai aspek yang harus dipahami, dilalui, dilaksanakan, dan dilakukan secara ikhlas demi kebermanfaatan bagi diri sendiri dan orang lain untuk tujuan menggapai keberhasikan dunia dan akherat. Semoga senantiasa tercipta perubahan ke arah yang lebih baik. Amin.

Refleksi Peran Penelitian dalam Pengembangan Pendidikan Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-penelitian-dalam-pengembangan.html#comment-form


Penelitian terhadap pendidikan matematika penting untuk dilakukan. Penelitiana dapat memberikan beberapa manfaat yang berguna untuk menyempurnakan sesuatu yang telah ada sebelumnya. Seorang guru dapat melakukan penelitiaan terhadap pendidikan matematika yang ada sekarang. Penelitian tersebut dapat bermanfaat sebagai langkah untuk mencari hal-hal yang kurang cocok, mencari solusi, mengembangkan cara pembelajaran agar sesuai dengan keadaan pola pikir pada masa kini. Dengan penelitian tersebut diharapkan pembelajaran matematika akan berkembang ke arah yang lebih baik sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran yang inovatif.

Refleksi Peran Intuisi Dalam Pembelajaran Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-intuisi-dalam-pembelajaran.html#comment-form


ARI FITRIYANTO
12108241155
PGSD 2012 / 2F

Intuisi pada anak Sekola Dasar dapat diperoleh dari pengalaman sehari-hari. Anak Sekolah Dasar berada pada masa perkembangan, dimana pada saat ini anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Anak yang gemar mencari tahu dan bereksplorasi dengan lingkungan sekitar akan mengembangkan intuisinya. Intuisi berperan dalam pembelajaran matematika bagi siswa, karena dengan intuisi inilah siswa akan lebih memahami konsep-konsep yang memang diperoleh dari pemahaman melalui pengalaman. Dengan demikian, intuisi pada anak perlu dikembangkan.